Posted by: lenteraimpian | February 11, 2010

PERNIKAHAN USIA MUDA

Dimensi sosial adalah kedudukan perempuan didalam keluarga dan masyarakat

Nilai sosial adalah suatu penghargaan yang diberikan olh individu, keluarga dan masyarakat kepada perempuan.

Statua sosial adalah kedudukan seseorang dalam keluarga dan masyarakat.

Pernikahan adalah…….

  • Lambang disepakatinya suatu perjanjian (akad) antara seorang laki-laki dan perempuan (dalam masyarakat tradisional hal itu juga bearti perjanjian antara keluarga atau clan), atas dasar hak dan kewajiban yang setara dengan kedua pihak
  • Penyerahan diri total seorang perempuan terhadap laki-laki
  • Peristiwa saat seorang ayah secara resmi menyerahkan anak perempuannya kepada laki-laki lain untuk “dipakai” sesuka hati laki-laki itu

Tujuan pernikahan adalah…….

  • Untuk secara hukum mengesahkan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan
  • Untuk secara hukum mengatur hak dan kewajiban masing-masing termasuk didalamnya pelarangan atau penghambatan terjadinya poligami
  • Pengakuan hak hukum anak-anak yang dihasilkan dari perkawinan tersebut
  • Untuk pendataan dan kepentingan demografi

Kriteria keberhasilan sebuah pernikahan…

  • Kebahagiaan suami isteri
  • Hubungan yang baik antara orang tua dan anak
  • Penyesuaian yang baik dari anak-anak
  • Kemampuan untuk memperoleh kepuasan dari perbedaan pendapat
  • Kebersamaan
  • Penyesuaian yang baik dalam masalah keuangan
  • Penyesuaian yang baik dari pihak keluarga pasangan

Pernikahan usia muda adalah pernikahan yang dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan remaja

  • Remaja di Jawa Barat menikah pertama kali rata-rata pada saat berusia 17-18 tahun
  • Rata-rata pernikahan usia muda ini terjadi di daerah pantai utara, pantai selatan dan di pegunungan
  • Jatim, Yogyakarta, Jateng dan DKI Jakarta rata-rata menikah pada usia 19 tahun
  • Jawa Barat salah satu penymbang AKI terbesar di Indonesia menyimpan kasus-kasus perkawinan perempuan dibawah umur 16 tahun yang cukup besar jumlahnya.
  • Badan pusat statistik menyebutkan 21,75% anak perempuan di perkotaan menikah pada usia dibawah 16 tahun dan 47,79% di kawasan pedesaan

Undang-undang perkawinan no. 1 tahun 1974 pasal 7 ayat 1

Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai 16 tahun

Alasan pernikahan usia muda

  • Faktor sosial budaya
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Agama

Dampak yang terjadi karena pernikahan usia muda

1)      Kesehatan perempuan

  • Kehamilan dini dan kurang terpenuhinya gizi bagi dirinya sendiri
  • Resiko anemia dan meningkatnya angka kejadian depresi
  • Beresiko pada kematian usia dini
  • Meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI), ingat 4T
  • Study epidemiologi kanker serviks : resiko meningkat lebih dari 10x bila jumlah mitra sex 6/lebih atau bila berhubungan seks paertama dibawah usia 15 tahun
  • Semakin muda wanita memiliki anak pertama, semakin rentan terkena kanker serviks
  • Resiko terkena penyakit menular seksual

2)      Kualitas anak

  • Bayi berat lahir rendah (BBLR) sangat tinggi, adanya kebutuhan nutrisi yang harus lebih banyak untuk kehamilannya dan kebutuhan pertumbuhan ibu sendiri
  • Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu yang berusia dibawah 18 tahun rata-rata lebih kecil dan bayi dengan BBR memiliki kemungkinan 5-30x lebih tinggi untuk meninggal

3)      Keharmonisan keluarga dan perceraian

  • Banyaknya pernikahan usia muda berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian
  • Ego remaja yang masih tinggi
  • Banyaknya kasus perceraian merupakan dampak dari mudanya usia pasangan bercerai ketika memutuskan untuk menikah
  • Perselingkuhan
  • Ketidakcocokan hubungan dengan orang tua maupun mertua
  • Psikologis yang belum matang, sehingga cenderung labil dan emosional
  • Kurang mampu untuk bersosialisasi dan adaptasi

Upaya pencegahan terjadinya pernikahan usia muda

  • Undang-undang perkawinan
  • Bimbingan kepada remaja dan menjelaskan tentang sex education
  • Memberikan penyuluhan kepada orang tua dan masyarakat
  • Bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat
  • Model desa percontohan pendewasaan usia perkawinan

Aristoteles…

“Orang – orang muda punya hasrat-hasrat yang sangat kuat dan mereka cenderung untuk memenuhi hasrat-hasrat itu semuanya tanpa membeda-bedakannya, dari hasrat-hasrat tubuh mereka, hasrat seksual lah yang paling mendesak dan dalam hal inilah mereka menunjukan hilangnya kontrol diri”

About these ads

Responses

  1. bagaimana pun juga lebih baik pernikahan dini daripada perzinahan dini, lebih baik pernikahan usia muda daripada perzinahan usia muda.
    sudah seharusnya jika memang tidak siap untuk menikah, maka jangan berpacaran, apalagi jika sampai melewati batas.

  2. pernikahan dini dinyatakan sah apabila secara fisik dan psikis memang telah matang dan siap…
    sebaiknya apabila telah matang secara fisik tetapi belum siap secara mental terlebih lagi mencoba-coba gaya hidup bebas lebih baik banyak2lah berdoa agar terhindar dari godaan syeton nirojim dlm melakukan zina..

  3. mending menikah pada usia muda aja gak peduli bagaimana pun kondisinya. Menikah pada usia “lanjut” (bukan lansia lho :) ) gak enak. Kayak saya co udah 33 tahun masih belum nikah rasanya mau menikah berat banget. Padahal sudah banyak gadis yang disodorkan tapi yah tak satupun yang mampir di hati. Semakin bertambah usia biasanya manusia semakin mapan dan semakin terbiasa hidup bebas dan sendiri. Di sinilah masalahnya, semakin “terbiasa”. Akibatnya menikah sudah bukan lagi menjadi prioritas.

  4. terima kasih atas nasihatnya.
    semoga dimudahkan dalam menggenapkan separuh agamanya. amiin

  5. Hidup ini adalah pilihan, termasuk dalam pernikahan. Mau nikah di usia muda boleh, juga sebaliknya nikah di usia yang matang atau cukup ideal. Atas dasar pilihan itulah, kita harus mempertanggung jawabkannya dunia akhirat. Pernikahan bukan hanya persoalan kehidupan seks, tapi juga persoalan membangun keluarga. Persoalan rencana penataan kehidupan rumah tangga (berkeluarga) harus menjadi pertimbangan matang sebelum memutuskan peristiwa perkawinan. Saya lebih memilih kawin diusia ideal/matang. Sekolah – bekerja – kawin – punya anak. Bukan sebaliknya punya anak – kawin – bekerja – sekolah…

  6. Nice blog gan

  7. sebenarnya bener ga sih pernikahan di bawah usia 16 tahun bisa nyebabin kanker rahim???karna rahim”a lum mateng
    biasanya orang yang udah tua juga bisa,tu knapa??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: