Posted by: lenteraimpian | February 13, 2010

Gender Dalam Kesehatan Reproduksi

Sex (jenis kelamin biologis)

Seks adalah karakteristik biologis seseorang yang melekat sejak lahir dan tidak bisa diubah kecuali dengan operasi. Alat-alat tersebut menjadi dasar seseorang dikenali jenis kelaminnya sebagain perempuan atau laki-laki.

Pembagian jenis kelamin yang telah ditentukan oleh sang pencipta atau juga disebut sebagai kodrat dari sang pencipta dalam konteks masyarakat yang religius, oleh karenanya fungsinya tidak dapat ditukar atau diubah. Misal : laki-laki memiliki sperma, penis dan jakun, sedangkan perempuan memiliki alat reproduksi seperti rahim, vagina dan indung telur.

Gender (jenis kelamin sosial)

Perbedaan peran serta tanggung jawab sosial bagi laki-laki maupun perempuan yang ditetapkan masyarakat maupun budaya.

Gender adalah perbedaan terhadap sifat, peran, posisi perempuan dan laki-laki yang dibuat oleh masyarakat dan dipengaruhi oleh sistem kepercayaan/penafsiran agama, budaya, politik, sistem pendidikan dan ekonomi.

Gender bukanlah kodrat atau ketentuan dari sang pencipta. Misalnya keyakinan bahwa laki-laki itu kuat, kasar dan rasional, sedangkan perempuan lemah, lembut dan emosional, bukanlah ketentuan kodrat sang pencipta, melainkan hasil sosialisasi melalui sejarah yang panjang

Kesetaraan gender

Merupakan kesamaan yaitu keadaan tanpa diskriminasi sebagai akibat dari perbedaan jenis kelamin dalam memperoleh kesempatan, pembagian sumber-sumber dan hasil pembangunan, serta akses terhadap pelayanan.

Keadilan gender

Adalah gambaran keseimbangan yang adil (fairness) dalam pembagian beban tanggung jawab dan manfaat antara laki-laki dan perempuan, yang didasari atas pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kebutuhan dan kekuasaan. Perbedaan ini perlu dikenali dan diperhatikan untuk dipakai sebagai dasar atas penerapan perlakuan yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan.

Peran gender

Peran ekonomi dan sosial yang dipandang layak oleh masyarakat untuk diberikan kepada laki-laki atau perempuan. Laki-laki berperan sebagai pencari nafkah dan perempuan mempunyai peran ganda domestik yaitu sebagai pencari nafkah dan kegiatan di masyarakat secara simultan.

Bias gender

Adalah keadaan yang menunjukkan adanya keberpihakan kepada kaum laki-laki daripada perempuan. Misalnya produk hukum yang merugikan kaum perempuan seperti kasus aborsi ilegal, dimana yang dihukum biasanya perempuan sedangkan kaum laki-laki bebas berkeliaran dan saat terjadi kejadian hamil diluar nikah pada pelajar, yang tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah biasanya perempuan sedangkan laki-laki masih diperbolehkan.

Stereotype gender

Adalah pandangan yang menganggap sesuai atau biasa untuk suatu jenis kelamin. Misal, laki-laki di kantor dan perempuan di dapur.

Patriarkhi

Adalah keadaan di masyarakat yang menempatkan laki-laki pada kedudukan dan posisi yang lebih tinggi daripada perempuan.

Faktor-faktor yang melanggengkan ketidakadilan gender

  • Budaya patriarkhi
  • Sistem ekonomi
  • Sistem politik
  • Sistem pendidikan
  • Sistem kepercayaan/penafsiran agama
  • Adat

Dampak konsep gender

  • Rendahnya tingkat pendidikan perempuan 64,5% usia >10 tahun tamat SD (putus sekolah), tamat SD atau tidak sekolah sama sekali, bahkan dari 43,9%  yang buta huruf, 79,6% buta huruf adalah perempuan.
  • 67% perempuan bekerja pada sektor informal seperti pembantu rumah tangga, TKW, dan pekerja seks.
  • Rendahnya partisipasi politik perempuan, yaitu hanya 8,8% yang duduk di DPR RI
  • Tingginya angka kematian ibu melahirkan berkisar 350-750 per 100.000
  • Hukum-hukum bias gender: undang-undang perkawinan no 1/1974, perda berbasis agama dan budaya tertentu

Respon terhadap ketidakadilan gender

  • Perspektif keadilan gender
  • Pemberdayaan perempuan
  • Women in Development (WID)
  • Gender and Development (GAD)

Alat-alat analisis gender (kerangka MOSER)

  • Kebutuhan praktis perempuan
  • Kebutuhan strategis perempuan

Kesimpulan

  • Perbedaan perempuan dan laki-laki dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bisa berubah sesuai dengan konteks waktu, tempat dan budaya
  • Pembedaan dianggap sebagai sesuatu yang melekat sehingga dianggap sesuatu yang alamiah dan menajdi keyakinan masyarakat
  • Pembedaan yang ketat antara perempuan dan laki-laki menimbulkan ketidakadilan
  • Bentuk ketidakadilan gender dalam konteks masyarakat yang patriarkhis sangat dirasakan terutama oleh perempuan
  • Realitas yang menggambarkan perempuan sebagai korban utama dapat dilihat dari angka kekerasan fisik, seksual, maupun psikologis
  • Ketidakadilan gender disebabkan dilestarikan oleh berbagai faktor-faktor baik dalam kehidupan keluarga, komunitas maupun negara
  • Adanya upaya-upaya untuk memperkecil ketidakadilan gender : WID, GAD dan analisis kebutuhan gender
About these ads

Responses

  1. wanita memang tidak dilarang untuk bekerja, tapi bagaimanapun juga seorang wanita tidak boleh melupakan kodratnya untuk hamil, bersalin, nifas, menyusui, mengurus rumah tangga, membesarkan dan mendidik anak-anaknya, dan hal tersebut adalah perbuatan yang sangat mulia, bukan?
    dan sebaik2 wanita adalah yang tinggal dirumahnya^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: