Posted by: lenteraimpian | March 2, 2010

KEJANG PADA BAYI BARU LAHIR

kejang pada bayi baru lahir

  • adalah kejang yang terjadi pada bayi sampai dengan usia 28 hari
  • Kejang pada BBL merupakan keadaan darurat karena kejang merupakan suatu tanda adanya penyakit sistem sayarf pusat (SSP), kelainan metabolik atau penyakit lain.
  • Sering tidak dikenali karena berbeda dengan kejang pada anak
  • Kejang umum tonik klonik jarang terjadi pada BBL
  • Kejang berulang menyebabkan berkurangnya oksigenisasi, ventilasi dan nutrisi otak

MANIFESTASI

Kejang tersamar

  • Hampir tidak terlihat
  • Menggambarkan perubahan tingkah laku
  • Bentuk kejang :
    • Otot muka, mulut, lidah menunjukan gerakan menyeringai
    • Gerakan terkejut-kejut pada mulut dan pipi secara tiba-tiba menghisap, mengunyah, menelan, menguap
    • Gerakan bola mata ; deviasi bola mata secara horisontal, kelopak mata berkedip-kedip, gerakan cepat dari bola mata
    • Gerakan pada ekstremitas : pergerakan seperti berenang, mangayuh pada anggota gerak atas dan bawah
    • Pernafasan apnea, BBLR hiperpnea
    • Untuk memastikan : pemeriksaan EEG

Kejang merupakan pergerakan abnormal atau perubahan tonus badan dan tungkai

Kejang klonik

  • Berlangsung selama 1-3 detik, terlokalisasi dengan baik, tidak disertai gangguan kesadaran
  • Dapat disebabkan trauma fokal
  • BBL dengan kejang klonik fokal perlu pemeriksaan USG, pemeriksaan kepala untuk mengetahui adanya perdarahan otak, kemungkinan infark serebri
  • Kejang klonik multifokal sering terjadi pada BBL, terutama bayi cukup bulan dengan BB>2500 gram
  • Bentuk kejang : gerakan klonik pada satu atau lebih anggota gerak yang berpindah-pindah atau terpisah secara teratur, misal kejang klonik lengan kiri diikuti kejang klonik tungkai bawah kanan

Kejang tonik

  • Terdapat pada BBLR, masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan pada bayi dengan komplikasi perinatal berat
  • Bentuk kejang : berupa pergerakan tonik satu ekstremitas, pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai, menyerupai sikap deserebasi atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi

Kejang mioklonik

  • Gerakan ekstensi dan fleksi lengan atau keempat anggota gerak yang berulang dan terjadinya cepat, gerakan menyerupai refleks moro

Gemetar

  • Sering membingungkan
  • Kadang terdapat pada bayi normal yang dalam keadaan lapar (hipoglikemia, hipokalsemia, hiperiritabilitas neuromuscular)
  • Gerakan tremor cepat
  • Tidak disertai gerakan cara melihatabnormal atau gerakan bola mata
  • Dapat timbul dengan merangsang bayi, sedangkan kejang tidak timbul dengan perangsangan
  • Gerakan dominan adalah gerakan tremor
  • Pergerakan ritmik anggota gerak pada gemetar dihentikan dengan melakukan fleksi anggota gerak

Apnea

  • Pada BBLR pernafasan tidak teratur, diselingi dengan henti nafas 3-6 detik, sering diikuti dengan hiperapnea 10-15 detik
  • Berhentinya pernafasan tidak disertai perubahan denyut jantung, tekanan darah, suhu badan, warna kulit
  • Bentuk pernafasan disebut pernafasan periodik disebabkan belum sempurnanya pusat pernafasan di batang otak
  • Serangan apnea tiba-tiba disertai kesadaran menurun pada BBLR dicurigai adanya perdarahan intracranial
  • Perlu pemeriksaan USG

Manifestasi kejang pada BBL

  • Tremor/gemetar
  • Hiperaktif
  • Kejang-kejang
  • Tiba-tiba menangis melengking
  • Tonus otot hilang diserati atau tidak dengan hilangnya kesadaran
  • Pergerakan tidak terkendali
  • Nistagmus atau mata mengedip ngedip paroksismal

ETIOLOGI

  • Kejang bayi dengan asfiksia disertai oleh hipoglikemia, hipokalsemia, perdarahan intracranial, edema otak
  • Pada bayi cukup bualn penyebab kejang yang terjadi
    • 48 jam pertama : asfiksia, trauma lahir, hipoglikemia
    • Antara hari ke 5-ke 7 : hipokalsemia yang terjadi bukan karena komplikasi
    • Antara hari ke 7-ke 10 : infeksi, kelainan genetik

PENILAIAN

Jenis kejang?

Bagian mana dari tubuh yang mengalami kejang?

Sudah berapa lama kejang terjadi?

Merupakan kejang yang ke berapa kali?

DIAGNOSIS

Anamnesa

Keluarga, riwayat kehamilan, riwayat persalinan dan kelahiran

Riwayat kehamilan

  • Bayi kecil untuk masa kehamilan
  • Bayi kurang bulan
  • Ibu tidak disuntik TT
  • Ibu menderita DM

Riwayat persalinan

  • Persalinan dengan tindakan
  • Persalinan presipitatus
  • Gawat janin

Riwayat kelahiran

  • Trauma lahir
  • Lahir asfiksia
  • Pemotongan tali pusat dengan alat tidak steril

Pemeriksaan kelainan fisik

  • Kesadaran
  • Suhu tubuh
  • Tanda-tanda infeksi lain

Penilaian kejang

  • Bentuk kejang : gerakan bola mata abnormal, nistagmus, gerakan mengunyah, gerakan otot-otot muka, timbulnya episode apnea, adanya kelemahan umum yang periodik, tremor, gerakan klonik sebagian ekstremitas, tubuh kaku
  • Lama kejang

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

  • Pemeriksaan gula darah, elektrolit darah, AGD, darah tepi, lumbal pungsi
  • EKG
  • EEG
  • Biakan darah
  • Titer untuk toksoplasmosis, rubela, citomegalovirus, herpes
  • Foto rontgen kepala
  • USG kepala

PENANGANAN

Prinsip tindakan untuk mengatasi kejang

  • Menjaga jalan nafas tetap bebas
  • Mengatasi kejang dengan memberikan obat anti kejang
  • Mengobati penyebab kejang

Penanganan kejang pada BBL

  • Bayi diletakan dalam tempat hangat, pastikan bayi tidak kedinginan, suhu dipertahankan 36,5-37ᴼC
  • Jalan nafas dibersihkan dengan tindakan penghisapan lendir diseputar mulut, hisung dan nasofaring
  • Pada bayi apnea, pertolongan agar bayi bernafas lagi dengan alat Bag to Mouth Face Mask oksigen 2 liter/menit
  • Infus
  • Obat antispasmodik/anti kejang : diazepam 0,5 mg/kg/supp/im setiap 2 menit sampai kejang teratasi dan luminal 30 mg im/iv
  • Nilai kondisi bayi tiap 15 menit
  • Bila kejang teratasi berikan cairan infus dextrose 10% dengan tetesan 60ml/kgBB/hr
  • Cari faktor penyebab
    • Apakah mungkin bayi dilahirkan dari ibu DM
    • Apakah mungkin bayi prematur
    • Apakah mungkin bayi mengalami asfiksia
    • Apakah mungkin ibu bayi emnghisap narkotika
    • Kejang sudah teratasi, diambil bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk mencari faktor penyebab, misalnya : darah tepi, elektrolit darah, gula darah, kimia darah, kultur darah, pemeriksaan TORCH
    • Kecurigaan kearah sepsis (pemeriksaan pungsi lumbal)
    • Kejang berulang, diazepam dapat diberikan sampai 2 kali
      • Masih kejang : dilantin 1,5 mg/kgBB sebagai bolus iv diteruskan dalam dosis 20 mg iv setiap 12 jam
      • Belum teratasi : phenytoin 15 mg/kgBB iv dilanjutkan 2 mg/kg tiap 12 jam
      • Hipokalsemia (hasil lab kalsium darah <8mg%) : diberi kalsium glukonas 10% 2 ml/kg dalam waktu 5-10 menit . apabila belum juga teratasi diberi pyridoxin 25-50 mg
      • Hipoglikemia (hasil lab dextrosit/gula darah < 40 mg%) : diberi infus dextrose 10%
About these ads

Responses

  1. good!!!!

  2. Artikel yg sangat bermanfaat. Apakah penuruna Hb merupakan slh satu indikasi bayi mengalami kejang?
    Apakah kejang pada bayi ini dpt tertolong?
    Dan apakah jika tertolong akan berakibat kelainan di kemudian hari?

    Thanks before,

  3. kuliah yg bagus

  4. sesuai dg yang kucari….thx

  5. Catatan yang bagus …..
    Makasih atas informasinya.

  6. ada yg bisa kasih info gak tetntang data pasien kejang neonatus di indonesia…?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: