Posted by: lenteraimpian | March 2, 2010

SEPSIS NEONATORUM

Sepsis neonatorum

  • Infeksi umum bakteri dalam darah
  • Sindrom klinis dengan ciri penyakit sistemik simptomatik dan bakterimia
  • Lebih sering ditemukan pada BBLR
  • Lebih sering terjadi pada bayi yang lahir di RS dibandingkan dengan diluar RS
  • BBL mendapatkan kekebaln/imunitas transplasenta terhadap kuman yang berasal dari ibu
  • Sesudah lahir, bayi terpapar kuman, bayi tidak mempunyai imunitas
  • Bayi berisiko mempunyai kesempatan 4x untuk mendapat septicemia dibanding BBL normal

Bayi berisiko

Riwayat kehamilan

  • Infeksi pada ibu selama kehamilan antara lain TORCH
  • Ibu menderita eklampsia
  • Ibu dengan DM
  • Ibu mempunyai penyakit bawaan

Riwayat kelahiran

  • Persalinan lama
  • Persalinan dengan tindakan (ekstraksi cunam/vakum, SC)

Riwayat bayi baru lahir

  • Trauma lahir
  • Lahir kurang bulan
  • Bayi kurang mendapat cairan dan kalori
  • Hipotermi pada bayi

Kejadian yang meningkatkan resiko infeksi

  • Prematuritas
  • Prosedur infeksi
  • Endotrakheal tube
  • Nosokomial

FAKTOR RESIKO

Faktor resiko mayor

  • Ketuban pecah > 24 jam
  • Ibu demam saat intrapartum (suhu >38ᴼC)
  • Chorioamnionitis
  • DJJ menetap >160x/menit

Faktor resiko minor

  • Ketuban pecah >12jam
  • Ibu demam saat intrapartum (suhu >37ᴼC)
  • Leukosit ibu >15.000/ul
  • Nilai apgar sedang (menit ke 1 <5, menit ke 2 <7)
  • BB lahir sangat rendah (<1500 gram)
  • Usia gestasi <37 minggu
  • Kehamilan ganda
  • Lokhea berbau busuk
  • Riwayat infeksi streptokokus grup B

Infeksi melalui cara :

Infeksi antenatal

  • Kuman mencapai janin melalui sirkulasi ibu ke plasenta
  • Kuman yang menyerang janin :
    • Virus : rubella, poliomyelitis, variola
    • Spirochaeta : syphilis
    • Bakteri : E. Coli, listeria, monocytogenesis

Infeksi intranatal

  • Lebih sering terjadi
  • Mikroorganisme dapat masuk kedalam rongga amnion

Contoh :pada kehamilan dengan KPD, partus lama sering dilakukan manipulasi vagina, kontak langsung dengan jaringan ibu saat janin melewati jalan lahir

Infeksi postnatal

  • Terjadi setelah bayi lahir
  • Merupakan infeksi yang didapat
  • Akibat pemakaian alat yang terkontaminasi atau sebagai infeksi silang

Infeksi terjadi dengan cara ;

  • Pemberian susu formula (pengolahan tidak hygienis, kontaminasi dari lingkungan)
  • Masuknya mikroorganisme melalui umbilicus, pharynx, telinga, sistem pernafasan, saluran kemih, gastro intestinal
  • Kontaminasi dengan bayi, individu atau lingkungan seperti pemakaian alat suction, pemasangan infus
  • Bakteri disebut water bugs (karena mampu tumbuh dalam air) ditemukan pada :
    • Sumber air
    • Alat pengatur kelembaban
    • Saluran cuci tangan
    • Mesin penghisap lendir
    • Alat bantu pernafasan
    • Daur kateter vena ddan arteri
    • Sampel darah
    • Alat monitor TTV

SUMBER INFEKSI

Periode perinatal

Sepsis dini (< 3 hari)

  • Melalui plasenta 2%, persalinan 10%
  • Didapat selama masa perinatal karena kontak langsung dengan organisme saluran kemih dan saluran cerna ibu
  • Organisme streptokokus grup B dan E. Coli
  • Organisme lain : gonococcus, herpes simplex, candida albicans, listeria, chlamidia

Sepsis lambat (1-3 minggu setelah lahir)

  • Resiko tinggi pada bayi prematur, kelahiran sulit
  • Merupakan infeksi nosokomial
  • Organisme : Staphylococcus, Klebsiela, Enterococcus, Pseudomonas

Infeksi terjadi melalui : ujung stump umbilical, kulit, selaput mukosa, hidung, faring, telinga, sistem respirasi, sistem syaraf, sistem perkemihan, sistem slauran pencernaan

Sepsis neonatal terjadi pada

  • Bayi prematur
  • Bayi lahir setelah persalinan sukar/traumatik

Infeksi sistemik

  • Ciri fisik tidak jelas
  • Tidak spesifik

Adanya infeksi terdeteksi melalui :

  • Observasi
  • Analisa perawatan yang cermat terhadap perubahan

Gejala awal tidak spesifik

  • Hipotermi
  • Perubahan warna
  • Tonus otot
  • Kegiatan dan perilaku minum

Tanda klinik yang menyebabkan sepsis neonatal

Tanda umum

  • Bayi secara umum nampak tidak sehat
  • Buruknya kontrol suhu : hipotermia (umum), hipertermia (jarang)

Sistem sirkulasi

Pucat, sianosis, kulit dingin, hipotensi, edema, denyut jantung abnormal (bradikardi, takikardi, aritmia)

Sistem pernafasan

Pernafasan tidak teratur, apneu/takipneu, sianosis, dipneu, retraksi

Sistem syaraf

Kurangnya aktivitas (letargi, hiporefleksi, koma), tonus meningkat/menurun, meningkatnya aktivitas, fontanella cembung, gerakan mata tidak normal

Sistem saluran cerna

Tidak mau minum, muntah, meningkatnya residu lambung stelah makan, diare/berkurangnya feses, adanya darah dalam feses, distensi abdomen, hepatomegali

Sistem hemopoietik

Jaundice, pucat, petekie (bintik merah), ekimosis (memar), splenomegali (pembengkakan limfa secara abnormal)

EVALUASI DIAGNOSTIK

Pemeriksaan laboratorium (kultur darah, urine, cairan CSF)

Pemeriksaan anemia, leukositosis, leukopenia

Pemeriksaan radiografi

PENILAIAN

Persangkaan adanya infeksi

Gejala infeksi pada BBL

  • Malas minum
  • Gelisah atau mungkin tampak lethargis
  • Frekuensi pernafasan meningkat
  • BB tiba-tiba turun
  • Muntah
  • Diare

Selain itu dapat terjadi edema, purpura, perdarahan ikterus, hepatosplenomegali, kejang, suhu dapat meninggi/normal/kurang dari normal

PENATALAKSANAAN

  • Kaji riwayat maternal, identifikasi bayi terkena infeksi
  • Cegah transmisi infeksi
    • Teknik cuci tangan
    • Personil dengan penyakit infeksi hindari berhubungan dengan bayi
    • Ajarkan pada orang tua/orang lain yang masuk ruang rawat
    • Pertahankan teknik terilitas pada tiap tindakan
    • Tingkatkan kebersihan lingkungan perawatan
    • Observasi bayi

Observasi

  • Kelemahan, penurunan aktivitas dan melemahnya tonus otot
  • Minum sedikit
  • Perubahan TTV
  • Kondisi warna kulit
  • Perubahan suhu (terutama hipotermi)
  • Intake output
  • Amati setiap sistem tubuh

Konsisten dalam merencanakan perawatan terhadap bayi (catat pola perilaku)

Lapor dokter bila ada gejala

Observasi tanda-tanda komplikasi, seperti :

  • Meningitis
  • Infeksi saluran perkemihan
  • Pneumonia

Observasi adanya sesak nafas dan kenali gejala yang merangsang pernafasan

  • Observasi bayi terhadap apnea/tempatkan bayi dengan monitor pernafasan
  • Rangsang bayi ketika terjadi apnea
  • Laporkan frekuensi apnea pada dokter
  • Laporkan lamanya periode apnea dan respon yang timbul

Observasi bayi terhadap kejang yang menyertai sepsis

  • Segera lapor dokter bila terjadi kejang
  • Bayi jangan ditinggal
  • Suction bila ada secret
  • Miringkan kepala ke samping berlawanan arah dengan radiasi panas inkubator
  • Berikan oksigen bila sianosis atau distress pernafasan , berikan pengobatan yang perlu jika terjadi kejang
  • Catat lama dan tipe kejang, bagian tubuh yang kejang, penampilan sebelum dan selama kejang, respon setelah diberi terapi
  • Pastikan evaluasi tes diagnostik tepat dan benar
    • Tes harus lengkap terutama terhadap sensitivitas antibiotika
    • Sejak terjadi infeksi (kultur darah untuk mencari antibiotika yang tepat)
    • Berikan nutrisi sesuai kebutuhan kalorinya
      • Fase akut

Bayi tidak toleransi terhadap makanan oral, monitor pemberian cairan intravena NGT untuk mencegah distensi abdomen

  • Kondisi baik berikan makanan per oral

Pemberian mulai dari jumlah kecil (lihat dari reaksinya : muntah, distensi abdomen, kemampuan menghisap), ASI, secara teratur tambah jumlah minuman (jangan dipaksa karena bisa memicu muntah), buat jadwal minum sesuai kemampuan menerima minuman

  • Pertahankan suhu tubuh dalam batas normal
    • Ukur suhu bayi tiap jam
    • Pertahankan suhu 36,5-37,5ᴼC
    • Saat diletakan tempat tidu terbuka tapi tetap diberi selimut
    • Lapor jika terjadi hipotermi ataupun hipertermia
    • Beri terapi antibiotika untuk kontrol infeksi
      • Waspadai pengaruh dan efek samping
      • Observasi respon
      • Transfusi (jika syok)
      • Observasi kejadian sepsis syok
        • Monitor denyut nadi perifer
        • Monitor output urine tiap jam (untuk mengetahui fungsi ginjal)
        • Berikan kehangatan dan kebutuhan emosi pada bayi
          • Tempatkan di temapt terang
          • Bicara jelas dan tenang saat bayi menangis
          • Berikan sentuhan dan tepukan sayang
          • Anjurkan orang tua mendampingi bayi sesering mungkin

PENGOBATAN

  • Terapi sepsis diberikan 10-14 hari atau 5-7 hari sesudah tampak tanda perbaikan klinis dan tidak disertai oleh adanya abses atau kerusakan jaringan yang dalam
  • Biakan darah dilakukan 24-48 jam sesudah pengobatan harus negatif. Bila biakan positif atau ada abses yang tersembunyi, maka terapi harus diganti
  • Tindakan pendukung
    • Observasi TTV
    • Isolasi bayi dalam inkubator
    • Pemberian cairan (koreksi ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa)
    • Pemberian oksigen bila distress pernafasan, sianosis
    • Suhu lingkungan yang normal
    • Transfusi untuk koreksi anemia

KOMPLIKASI

  • Syok karena lepasnya toksin kedalam cairan darah, yang dimana gejalanya sukar untuk dideteksi
  • Meningitis (peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang)
  • Gangguan metabolic
  • Pneumonia (penyakit radang paru-paru)
  • Infeksi saluran kemih
  • Gagal jantung kongestif
  • kematian
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: