Posted by: lenteraimpian | March 18, 2010

PERAN BIDAN DALAM PEMBERIAN SUPPORT PERSALINAN

Tujuan asuhan selama persalinan dan kelahiran

  • Melindungi keselamatan ibu dan bayi baru lahir (BBL)
  • Memberi dukungan pada persalinan normal, mendeteksi dan menatalaksana komplikasi secara tepat waktu
  • Memberi dukungan serta cepat bereaksi terhadap kebutuhan ibu, pasangan dan keluarganya selama persalinan dan kelahiran bayi

Dukungan persalinan

Adalah asuhan yang sifatnya mendukung yaitu asuhan yang bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan selama persalinan merupakan suatu standar pelayanan kebidanan, dimana ibu dibebaskan untuk memilih pendamping persalinan sesuai keinginannya, misalnya suami, keluarga atau teman yang mengerti tentang dirinya. Idealnya pendampingan ini dilaksanakan semenjak pra persalinan yang dapat membantu memutuskan rencana tempat persalinan, pemakaian alat kontrasepsi dan kejadian lain yang tidak diharapkan.

Hasil penelitian sehubungan dukungan persalinan

Field (2004)

Diketahui bahwa ibu-ibu ynag mendapatkan massase dan pendampingan mengalami penurunan kejadian depresi, kecemasan dan nyeri serta perasaan yang positif. Pada kondisi ini ibu yang mendapatkan sentuhan berdampak signifikan terhadap lama persalinan lebih pendek (yaitu 8 jam dibandingkan dengan ibu yang persalinannya tidak didampingi waktu persalinannya 11  jam), menurunkan angka kejadian persalinan dengan tindakan, memperpendek waktu perawatan di RS dan mengurangi kejadian depresi post partum.

Odent dalam Simpkin (2004)

Jika wanita dibiarkan melahirkan “dengan cara sebagaimana mamalia”, maka persalinannya itu cenderung berlangsung tanpa kesulitan. Secara alamiah mamalia akan mencari tempat yang privasi, nyaman dan menyenangkan, tenang dengan pencahayaan yang kurang ketika mereka akan melahirkan.

Lingkungan seperti ini akan mengurangi aktivitas neokorteks dan memungkinkan otak tengah dan batang otak lebih berperan dalam mengatur kerja prostaglandin dan hormon-hormon yang memacu proses persalinan .

Odent mengatakan bahwa lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak familiar bagi si ibu dimana banyak orang asing, banyaknya sejumlah pertanyaan, cahaya yang terang berperan merangsang neokorteks menghasilkan kotekolamin yang dapat menghambat kemajuan persalinan.

Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO (2003)

Hasil penelitian secara random contolled trials telah memperlihatkan efektifnya dukungan fisik, emosional, dan psikologis selama persalinan dan kelahiran.

Cochrane database

Suatu kajian ulang sistematik dari 14 percobaan yang melibatkan 5000 wanita memperlihatkan bahwa kehadiran pendamping secara terus menerus selama persalinan dan kelahiran akan menghasilkan kelahiran dengan vakum dan forseps serta sectio cesarea (SC) semakin sedikit, skor apgar < 7 lebih sedikit, lamanya persalinan semakin memendek, dan kepuasan ibu yang semakin besar dalam pengalaman melahirkan.

Ball (1987), Hidnett dan Osborn (1989)

Riset yang dilakukan oleh Ball (1987) dan Hidnett serta Osborn (1989), menyatakan bahwa kehadiran support pada ibu selama persalinan akan menimbulkan kekuatan dan perasaan aman serta nyaman bagi ibu. Hal ini diasumsikan dengan menurunnya lama persalinan, penurunan komplikasi perinatal dan menurunkan kebutuhanpemberian oksitosin (Klaus et al 1986)

Dukungan persalinan

  • Sederhana
  • Efektif
  • Murah
  • Resiko rendah
  • Kemajuan persalinan bertambah baik
  • Hasil persalinan bertambah baik

Metode-metode dukungan persalinan

Asuhan dan dukungan bagi ibu

  • Menghadirkan seseorang yang dapat memberikan dukungan selama persalinan (orang terdekat : suami, orang tua, sahabat)
  • Pengaturan posisi : duduk atau setengah duduk, merangkak, berjongkok, berdiri, berbaring miring kekiri
  • Relaksasi dan pernafasan
  • Istirahat dan privasi
  • Penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang akan dilakukan
  • Asuhan diri
  • Sentuhan

Kategori untuk metode dukungan persalinan

  • Mengurangi nyeri pada sumber nyeri
  • Memberi perangsang alternatif yang kuat untuk mengurangi sensasi nyeri atau menghambat rasa sakit
  • Mengurangi reaksi negatif emosional dan atau reaksi fisik wanita terhadap rasa sakit

Mengurangi reaksi negatif emosional dan atau reaksi fisik wanita terhadap rasa sakit

Mempertahankan kehadiran pendamping persalinan

  • Kehadiran seorang pendamping tetap dan terus menerus
  • Berusaha untuk menciptakan kenyamanan fisik : eliminasi, pakaian, nutrisi dan lain-lain
  • Berusaha menciptakan kenyamanan emosional seperti visualisasi suara, ruangan, berdoa dan lain-lain

Latihan relaksasi dan pernafasan

  • Teknik nafas lambat
  • Teknik pola nafas dangkal

Menjaga privasi lingkungan

Perubahan posisi dan pergerakan

Beberapa posisi yang dianjurkan bagi ibu bersalin (WHO, 2003), diantaranya :

  • Posisi miring ke kiri : posisi ini memberi rasa santai bagi ibu yang letih, memberi oksigenasi yang baik bagi bayi dan membantu mencegah terjadinya laserasi
  • Posisi duduk atau setengah duduk : posisi ini lebih memudahan bagi bidan untuk membimbing kelahiran kepala bayi dan mengamati/support perineum
  • Posisi merangkak : posisi ini baik untuk ibu bersalin yang mengalami nyeri punggung, membantu bayi melakukan rotasi dan peregangan minimal pada perineum
  • Posisi berjongkok atau berdiri : membantu penurunan kepala bayi, memperbesar ukuran panggul, menambah 28% ruangan outletnya, memperbesar dorongan untuk meneran (bisa memberi kontribusi pada laserasi)

Mengurangi nyeri pada sumber nyeri

Posisi dan pergerakan

  • Posisi yang menyenangkan
  • Mengubah posisi seperlunya

Tekanan yang berlawanan

  • Meredakan ketegangan pada ligamen sacroiliaca

Misal : penekanan pada pinggul kedua sisi, penekanan pada kedua lutut

Memberi perangsang alternatif yang kuat untuk mengurangi sensasi nyeri/menghambat rasa sakit

  • Kompres panas
  • Kompres dingin
  • Sentuhan dan pijatan
    • Ringan/mantap dengan remasan, pijatan melingkar yang dalam
    • Mengurut (sentuhan halus/ringan)

Kompres panas

Cara menggunakan kompres panas

Dengan menggunakan handuk panas atau silica gel yang telah dipanaskan atau kantung nasi panas atau botol yang  telah diisi air panas. Dapat juga langsung dengan menggunakan shower air panas lengsung pada bahu, perut atau punggungnya jika ibu merasa nyaman.

Proses penghilangan rasa sakit dengan kompres panas

Kompres panas dapat meningkatkan suhu lokal pada kulit sehingga meningkatkan sirkulasi pada jaringan untuk proses metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat mengurangi spasme otot dan mengurangi nyeri.

Waktu pemberian kompres panas

  • Saat ibu mengeluh sakit atau nyeri pada daerah tertentu
  • Saat ibu mengeluh adanya tanda-tanda ketegangan otot
  • Saat ibu mengeluh ada perasaan tidak nyaman
  • Pada kala II, kompres pada perineum akan merealisasikannya juga akan mengurangi sakit

Kapan tidak boleh digunakan kompres panas

  • Saat ibu menyatakan tidak nyaman dengan panas atau dalam keadaan demam
  • Jika petugas takut dengan kemungkinan terjadinya demam akibat kompres panas

Kompres dingin

Cara menggunakan kompres dingin

  • Menggunakan kompres dingin pada punggung atau perineum
  • Menggunakan butiran es, handuk basah dan dingin, sarung tangan karet yang diisi dengan butiran es, botol plastik dengan air es
  • Dapat digunakan pada wajah ibu yang bengkak, tangan atau kaki
  • Dapat diletakan pada anus untuk mengurangi nyeri haemoroid kala II

Proses penghilangan rasa sakit kompres dingin

  • Kompres dingin sangat berguna untuk mengurangi ketegangan otot dan nyeri dengan menekan spasme otot (lebih lama daripada kompres panas)
  • Memperlambat proses pengahntaran rasa sakit dari neuron ke organ
  • Kompres dingin juga mengurangi bengkak dan mendinginkan kulit

Waktu pemberian kompres dingin

  • Nyeri punggung
  • Merasa kepanasan pada masa inpartu
  • Haemorrhoid yang menimbulkan sakit
  • Setelah persalinan, dapat digunakan pada perineum untuk menghilangkan bengkak dan nyeri

Kapan tidak boleh digunakan kompres dingin

  • Saat ibu merasa menggigil
  • Jika ibu mengatakan tidak ada perubahan atau iritasi

Hidrotherapy

  • Menggunakan air untuk mengurangi rasa sakit
  • Suhu air tidak lebih dari 37-37,5ᴼC
  • Mengurangi ketegangan otot, nyeri, cemas pada beberapa wanita
  • Menggunakan air dalam persalinan perkembangan saat ini dan telah dipublikasikan secara luas

Efek air

  • Hidrotherapy : hasil dari air sebagai koduktor panas, melemaskan spasme otot, meredakan nyeri
  • Hidrokinesis : meniadakan pengaruh gravitasi, bersama dengan ketidaknyamanan yang berkaitan dengan tekanan pada panggul dan struktur tubuh yang lain

TEKNIK UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG

Counterpressure

  • Penekanan pada sakrum
  • Penekanan pada sakrum dapat mengurangi nyeri pada daerah pinggang dan punggung

Hip squeeze

  • Penekanan dengan kedua tangan pada otot gluteal (daerah bokong) dibawa keatas
  • Mengurangi ketegangan pada sacro iliaca dan juga pada ligamen

Knee press

  • Dilakukan penekanan pada lutut dengan posisi duduk
  • Mengurangi nyeri punggung

Akupresur

  • Masase ujung jari diatas titik akupuntur. Simkin(1989) akupresur merangsang produksi endorfin lokal atau selain itu akupresur juga menutup gerbang terhadap rasa nyeri
  • Akupresur lebih tepat pada persalinan daripada akupuntur karena mudah dilakukan sendiri dan terutama bermanfaat bagi nyeri punggung (Arthus, 1994)
  • Yang lebih penting adalah penguatan sosial dari akupresur. (Conduit, 1995)

Sentuhan

  • Tindakan utama massase dianggap “menutup gerbang” untuk menghambat penghantaran rasa nyeri pada pusat nyeri. Selanjutnya rangsang taktil dan perasaan positif yang berkembang ketika dilakukan bentuk sentuhan yang penuh perhatian dan empatik bertindak memperkuat efek massase untuk mengendalikan nyeri.
  • MASSASE HARUS DILAKUKAN SECARA INTERMITTEN SAAT KONTRAKSI TERJADI
  • Teknik yang dianjurkan Maxwell-Hudson (1990) : mencakup massase wajah diantara kontraksi dengan menggunakan gerakan halsu dan ritmis, kemudian massase kaki dengan keras
  • Kontraindikasi : efek massase pada sistem sirkulasi diantaranya tromboflebitis, arteriosklerosis, kondisi kardiovaskuler

Modulasi psikologis nyeri

  • Banyak penelitian yang signifikan menemukan kontribusi psikologis terhadap rasa nyeri (Melzack and Wall, 1991)
  • Relaksasi terdiri dari : hipnosis, umpan balik terbimbing dan imajinasi terbimbing (Sheikh and Jordan, 1983 :394)
  • Steer (1993 : 49) : relaksasi adalah metode pengendalian rasa nyeri non farmakologis yang paling sering digunakan
  • Untuk persiapan : harus dipersiapkan sejak awal kehamilan bersama suaminya (Shrock, 1988)

Yang dapat digunakan saat persalinan

  • Imajinasi : dilakukan oleh ibu sendiri dengan menciptakan bayangan yang mengurangi keparahan nyeri atau yang terdiri dari pengganti yang lebih dapat diterima dan tidak nyeri (McCafery and Beebe, 1989)
  • Psikoprofilaksis atau dikenal dengan “relaksasi” (yang paling mendominasi)

Fokus relaksasi

  • Pemberian informasi
  • Latihan relaksasi untuk mengurangi ketegangan yang timbul dan yang memperburuk kontraksi nyeri
  • Strategi koping
  • Latihan pernafasan

Pendekatan agama atau keyakinan ibu

  • Melakukan pendekatan sesuai dengan keyakinan ibu yang dapat menenangkan hatinya
  • Mendatangkan seorang tokoh agama yang dekat dengan ibu
  • Dilantunkannya suara yang sesuai keyakinan ibu : murottal, nyanyi kerohanian
  • Memperdengarkan suara-suara lain yang bisa menenangkan ibu : musik klasik, instrumental dan lain-lain

Persalinan dan kelahiran

  • Sikap dan kegiatan mengasuh mengandung arti penting
  • Komunikasi dengan KATA-KATA mengandung arti penting
  • Kehadiran/kebersamaan yang singkat (hanya sebatas persalinan dan nifas) antara seorang bidan dan ibu bersalin ini akan diingat seumur hidup oleh ibu
  • Suasana ynag slaing percaya antara bidan dengan ibu serta keluarganya memberikan pengalaman yang positif bagi ibu (Growe and Van Booger, 1989; Kitzinger, 1985)

Posisi kala II

  • Suami duduk di kursi, sedangkan ibu seperti dalam  keadaan jongkok namun pantat terangkat dan kaki dilebarkan, lalu  sandarkan punggung ibu diantara kedua lutut suami dengan lengan  dipegang suami untuk menahan berat tubuh ibu
  • Suami dalam keadaan berdiri, ibu juga dalam keadaan berdiri namun kaki agak sedikit ditekuk kedepan (posisi ibu dan suami dalam keadaan searah yaitu tidak saling membelakangi maupun tidak saling berhadapan), lalu sandarkan punggung ibu pada suami dengan lengan ibu dipegang suami sehingga suami dapat menyangga tubuh ibu
  • Ibu dalam posisi rileks menungging (seperti merangkak), gunakan tangan dan kaki ibu untuk menyangga berat tubuhnya
  • Ibu tidur dengan posisi miring dengan salah satu kaki diangkat oleh suami
  • Ibu duduk bersandar pada bantal, kaki ditekuk kearah perut ibu, tangan memegang kaki yang ditekuk tadi dan menekannya seiring dengan kontraksi

Sumber :

Hodnett, ED. 2000. Caregiver Support For Women In Labour (Cochrane Review) : In The Cochrane Library Issue 3. Oxford

Simkin, P. 1995. Reducing Pain and Enhancing Progress In Labour : A Guide Nonpharmacologic Methods for Maternity Caregivers. Birth 22 : 3, page 161-171

Varney, Helen. 1999. Varney’s Midwifery. 3rd Edition. Sudbury Massachusetts : Jones Bartlett

About these ads

Responses

  1. bu bidan, apa aja sih tanda-tanda kehamilan rawan/berbahaya bagi ibu nya ?

    • insyaAlloh nanti saya posting pak,mudah2an bisa secepatnya.
      salam untuk isterinya, afwan sms2nya kadang telat saya balas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: