Posted by: lenteraimpian | February 13, 2010

PAPANICOLAU SMEAR (PAP SMEAR)

Kanker sistem reproduksi meliputi kanker leher rahim, payudara, indung telur, rahim dan alat kelamin perempuan

Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di negara berkembang, dan menempati urutan kedua terbanyak setelah kanker payudara. Di Indonesia, angka kejadian kanker leher rahim diperkirakan sekitar 50 diantara 100.000 penduduk.

Wanita yang termasuk dalam kelompok beresiko tinggi terkena kanker leher rahim (serviks) adalah wanita yang :

  • Melakukan hubungan seksual pertama kali dibawah umur 18 tahun
  • Mempunyai banyak pasangan seksual
  • Pasangan seksualnya mempunyai banyak pasangan seksual
  • Paritasnya tinggi
  • Mempunyai riwayat menderita ISR/PMS terutama Virus Human Papilloma (HPV)

Ciri-ciri yang perlu dicurigai akan adanya kanker leher rahim

  • Adanya cairan vagina abnormal/duh vagina
  • Perdarahan diantara waktu haid atau haid dengan perdarahan hebat
  • Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Paritas tinggi dan diatas usia 30 tahun

Cara termudah untuk mengetahui secara dini kanker leher rahim adalah melalui pemeriksaan pap smear, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil usapan sel dan lendir leher rahim untuk mengetahui apakah ada perubahan pada sel secara mikroskopis.

Untuk mengetahui secara dini kanker leher rahim dianjurkan kepada para wanita untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur paling tidak sekali setahun :

  • Pada umur berapapun dalam usia subur
  • Telah berhubungan seks lebih dari 1 tahun
  • Ada/tidak ada cairan vagina yang mncurigakan

Papanicolau dan Traut, 1943

Mengemukakan pemeriksaan sitologi (pengecatan) dari cairan liang senggama. Dan cairan apa saja untuk menetapkan secara dini kemungkinan adanya keganasan. Dikemukakan bahwa sel yang lepas dapat di cat dan diperiksa untuk mendapatkan keterangan tentang kemungkinan keganasan secara dini.

Cairan yang dapat diperiksa adalah cairan liang senggama untuk kecurigaan terhadap keganasan tubuh rahim, atau keganasan saluran telur (indung telur), cairan yang berasal dari luka alat kelamin luar.

Teknik pengambilan cairan

Bagian luar

Dapat langsung dengan kaca objeknya memakai lidi kapas dan selanjutnya dioleskan secara merata kepada kaca objek. Memakai alat khusus dan selanjutnya diolesi pada kaca objek.

Liang senggama

Dibuka dengan spekulum cocor bebek sehingga mulut tampak. Kapas lidi atau alat khusus dipakai mengambil cairan dan selanjutnya dioleskan pada kaca objek.

Setelah dioleskan pada kaca objek dikeringkan, difiksasi dengan alkohol dan dikirimkan ke dokter ahli patologi untuk di cek dan diperiksa sebagaimana mestinya.

Syarat utama

Syarat utama cairan yang akan diambil adalah tidak boleh bercampur cairan lainnya yang dapat mengganggu pemeriksaan.

Oleh karena itu, dapat dirinci sebagai berikut

  • Caiaran akan diambil di bagian luar genitalia. Biarkan sebagaimana adanya jangan dicuci sekalipun berbau
  • Cairan liang senggama jangan dicuci menjelang pengambilan bahan
  • Jangan melakukan seks sedikitnya 3 hari
  • Terlihat disini bahwa pengambilan pap smear tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi metode ini mempunyai keuntungan yang sangat besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: