Posted by: lenteraimpian | February 24, 2010

SIFILIS

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidum, merupakan penyakit kronis dan bersifat sistemik. Selama perjalanan penyakit dapat menyerang seluruh organ tubuh, ada masa laten tanpa manifestasi lesi di tubuh, dapat ditularkan kepada bayi didalam kandungan.

Etiologi

Penyebab penyakit sifilis ditemukan oleh Schaudinn dan Hoffman (1905) berupa Treponema pallidum berbentuk spiral dan bergerak aktif memutar.

Patofisiologi

  • Ditularkan melalui kontak langsung dari lesi yang infeksius
  • Treponema masuk melalui selaput lendir yang utuh/kulit yang mengalami abrasi, menuju kelenjar limfe kemudian masuk ke peredaran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh
  • Setelah beredar beberapa jam melalui pembuluh darah, infeksi menjadi sistemik
  • Masa laten dapat berlangsung bertahun-tahun/seumur hidup

Klasifikasi

Secara klinis sifilis dibagi menjadi 2 macam

Sifilis didapat

  • Sifilis stadium 1.2.3
  • Sifilis kardiovaskuler
  • neurosifilis

Sifilis congenital

  • sifilis congenital dini
  • sifilis congenital lanjut
  • stigmata

Tanda dan gejala

Sifilis stadium 1

  • Terjadi 10-90 hari setelah infeksi
  • Tanda klinis yang pertama berupa tukak, biasanya hanya berjumlah satu meskipun dapat juga multipel
  • Sedikit nyeri pada papula, papula berukuran 1-2 cm, teraba keras
  • Lesi bisa ditemukan di genitalia eksterna serta pada bibir, lidah, tonsil, puting susu, jari dan anus
  • Berbentuk bulat/lonjong, bersih, merah dan tidak ada tanda-tanda radang
  • Tterjadi pembesaran getah bening

Sifilis stadium 2

  • Terjadi 1-6 bulan stelah infeksi
  • Kebotakan pada rambut, alis dan bulu mata
  • Kondilomatalata
  • Lesi membran mukosa, lesi dapat berupa papula dan macula
  • Gejala penyakit sistemik mencakup demam ringan, sakit kepala, anoreksia dan nyeri pada tulang
  • Terjadi pembesaran kelanjar limfe

Sifilis stadium 3

  • Terjadi 1-2 tahun setelah infeksi
  • Lesi khas “GUMA” (jaringan tumor granuloma lunak di hati, otak, jantung. Tulang dan kulit), 3-7 tahun setelah infeksi dan besarnya bervariasi
  • Merusak semua jaringan, tulang-tulang rawan pada hidung dan palatum
  • Terdapat nodus dibawah kulit, besarnya bervariasi dari miliar sampai lentikular, merah dan nyeri bila ditekan, umumnya berbentuk lingkaran yang polistik

Sifilis kardiovaskuler

  • Terjadi 10-20 tahun setelah infeksi
  • Terjadi insufisiensi aorta/aneurisma, berbentuk kantung pada aorta torakal

Neurosifilis

  • Terjadi 10-20 tahun setelah infeksi
  • Terjadi kerusakan sisitem syaraf pusat (SSP) dan biasa terjadi di meningovaskuler dan parenkimosa
  • Terdapat gejala-gejala klinis penyakit SSP, misal :paralisis, syaraf cranial, perubahan kepribadian, hilangnya sebagian refleks

Sifilis congenital dini

  • Terjadi 3 minggu setelah bayi lahir
  • Kelainan berupa vesikel dan bula
  • Kelainan kulit berupa papula dan skuama seperti sifilis stadium 2
  • Kelainan pada selaput lendir berupa sekret yang keluar dari hidung, seringkali bercampur darah dan banyak mengandung treponema pallidum
  • Kelainan pada tulang berupa osteokondritis
  • Anemia hemilitik
  • Hepatosplenomegali
  • Kelainan cairan sumsum tulang belakang

Sifilis congenital lanjut

  • Biasanya timbul setelah 2 tahun, manifestasi klinis baru bisa ditemukan pada usia 7-9 tahun dengan adanya trias hutshinson
  1. Kelainan pada mata, keratitis interstisial  yang dapat mengakibatkan kebutaan
  2. Ketulian Neuron VIII
  3. Gigi Hutchinson ialah insivus 1 atas kanan dan kiri pada gigi, yang tetap mempunyai bentuk yang khas seperti obeng
  • Terdapat perforasi palatum, kelainan pada tulang tibia dan frontalis

Stigmata

  • Terlihat pada sudut mulut berupa garis-garis yang jalannya radian
  • Gigi hutchinson
  • Gigi molar pertama berbentuk seperti buah murbai
  • Penonjolan tulang frontal kepala

Diagnosis

Diagnosis berdasarkan

  • Anamnesa dan gambaran klinis
  • Pemeriksaan mikroskop
  • Pemeriksaan darah (tes serologic untuk sifilis, yang terdiri dari :
  1. Non treponemal : aglutinasi, VDRL (Veneral Disease Research Laboratory), RPR (Rapid Plasma Reagen), ikatan komplemen, wassermann
  2. Treponemal : FTA (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption), TPI (Treponema Pallidum Immunobilization)
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal
  • Pemeriksaan rontgen

Pengobatan

Sifilis satdium 1, 2

  • Sifilis stadium 1 dapat sembuh secara spontan, cepat/almbat tergantung dari besar/kecilnya lesi
  • Penisilin G Benzatin 2,4 juta unit/1x suntikan IM
  • Penisilin G Prokain dalam aqua 600.000 IM selama 10 hari
  • Untuk yang lergi terhadap penisilin dapat diberikan tetrasiklin hidroklorida 4×500 mg oral selama 15 hari, eritromisin 4×500 mg oral selama 15 hari

Sifilis stadium 3 dan sifilis kardiovaskuler

  • Penisilin G Benzatin 2,4 juta unit IM tiap minggu, selama 3 x berturut-turut, atau
  • Penisilin G Prokain 600.000 IM tiap hari selama 14 hari

Sifilis congenital

  • Benzatin penisilin 50.000 unit /Kg BB, pengobatan sifilis harus dilanjutkan dengan serangkaian tes VDRL setiap 3 bulan selama 1 tahun untuk emyakinkan bahwa pasien benar-benar sembuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: