Posted by: lenteraimpian | February 27, 2010

TETANUS NEONATORUM

Tetanus neonatorum merupakan suatu penyakit akut yang dapat dicegah namun dapat berakibat fatal, yang disebabkan oleh produksi eksotoksin dari kuman Clostridium tetani gram positif, dimana kuman ini mengeluarkan toksin yang dapat menyerang sistem syaraf pusat.

Masa inkubasi kuman 3-28 hari, namun biasanya 6 hari, dimana kematian 100% terjadi terutama pada masa inkubasi < 7 hari.

Faktor predisposisi

  • Adanya spora tetanus
  • Adanya jaringan yang mengalami injury, mislanya pemotongan tali pusat
  • Kondisi luka tidak bersih, yang memungkinkan perkembangan mikroorganisme host yang rentan

Faktor resiko

  • Imunisasi TT tidak dilakukan/tidak sesuai dengan ketentuan program
  • Pertolongan persalinan tidak memenuhi syarat atau tidak sesuai APN
  • Perawatan tali pusat tidak memenuhi standar kesehatan

Pencegahan

  • Imunisasi TT
  • Memperhatikan sterilitas saat pemotongan dan perawatan tali pusat

Kekebalan diperoleh melalui imunisasi TT

Sembuh tidak berarti kebal terhadap tetanus

Toksin tetanus ;

  • Menyebabkan penyakit tetanus
  • Tidak cukup merangsang pembentukan zat antibody terhadap tetanus
  • Harus tetap imunisasi TT

Imunisasi TT merangsang pembentukan antibody spesifik yang mempunyai peranan penting dalam perlindungan terhadap tetanus. Ibu hamil mendapatkan imunisasi TT, sehingga terbentuk antibody dalam tubuhnya. Antibody tetanus termasuk golongan Ig G, melewati sawar plasenta, masuk dan menyebar melalui aliran darah janin ke seluruh tubuh janin yang dapat mencegah terjadinya tetanus neonatorum.

Gejala

  • Bayi yang semula dapat menetek, kemudian sulit menetek karena kejang otot rahang dan faring
  • Mulut bayi mencucu seperti mulut ikan
  • Kejang terutama bila terkena rangsang cahaya, suara, sentuhan
  • Kadang disertai sesak nafas dan mulut bayi membiru
  • Suhu tubuh meningkat
  • Kaku kuduk
  • Kekakuan disertai sianosis
  • Nadi meningkat
  • Berkeringat banyak
  • Tidak dapat menangis lagi
  • Mata terus tertutup
  • Dinding perut keras
  • Kesadaran baik

Komplikasi

  • Bronkopneumonia
  • Asfiksia
  • Sianosis akibat obstruksi jalan nafas oleh lendir/sekret

Prognosa

  • Bayi mengalmi panas atau peningkatan suhu (prognosa buruk)
  • Bayi dapat bertahan lebih dari 4 hari (dapat disembuhkan)
  • Untuk penyembuhan sempurna membutuhkan waktu beberapa minggu
  • Angka mortalitas 30%
  • Penyakit ini fatal pada BBL

Penanganan

  • Mengatasi kejang dengan memberikan suntikan antispasmodik
  • Membersihkan jalan nafas agar bayi dapat menghirup udara dengan bebas
  • Pemasangan spatel lidah yang dibungkus dengan kain untuk mencegah lidah tergigit
  • Mencari tempat masuknya spora tetanus pada tali pusat atau telinga
  • Mengobati penyebab tetanus dengan antibiotika
  • Melakukan perawatan yang adekuat, dengan pemberian oksigen, nutrisi serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
  • Ditempatkan di ruang tenang dengan sedikit sinar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: